Bedah Buku “Persahabatan Sukarno dan John F. Kennedy dalam 1000 Hari” Museum KAA, Bandung, 22 Oktober 2018

Pada tanggal 22 Oktober 2018, bertempat di Museum Konferensi Asia Afrika, Bandung, Kementerian Luar Negeri mengadakan bedah buku, mengulas buku dengan judul “Persahabatan Sukarno dan John F. Kennedy dalam 1000 Hari”. Buku tersebut merupakan buku keempat yang ditulis oleh Bapak Sigit Aris Prasetyo. Sebelumnya, beliau juga mengambil minat khusus “Sejarah dan Literature Amerika” pada jenjang strata satu. Pilihan studi “American Studies” telah menjadi minat khusus atau spesialisasinya.

Sukarno dan John F. Kennedy atau J.F. Kennedy, dua pemimpin dunia sekaligus dua sahabat yang dipersatukan oleh persamaaan pandangan, ideologi, dan pemikiran-pemikiran besar. Menjadi presiden dalam usia yang relatif muda, Sukarno (44 tahun) dan Kennedy (43 tahun) sangat gigih memperjuangkan nilai-nilai universal disaat dunia sedang diambang peperangan dan kehancuran seiring dengan memanasnya Perang Dingin (Cold War) dan ancaman perang nuklir yang mengancam kelangsungan hidup umat manusia.  Memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi, sama-sama menentang impersialisme, kolonoalisme dan juga diskriminasi rasial.

22 November 1963, Kennedy terbunuh dalam peristiwa penembakan Dallas, Texas. Tiga hari setelah Kennedy mengucap akan melakukan kunjungan ke Indonesia. Tidak hanya Sukarno yang menangisi kematian sahabatnya, tapi jutaan umat manusia menangis bersedih dan seolah tak mempercayai kabar tersebut. Setelah kematiannya, Kennedy dianggap sebagai tokoh besar Amerika hingga kini. Meskipun hanya kurang lebih tiga tahun (1961-1963) masa kepemimpinannya, J.F. Kennedy telah meninggalkan sebuah “legacy” yang begitu teramat penting bagi bangsa Amerika Serikat, bahkan bagi dunia. Apa yang diperjuangkan Kennedy juga menjadi sebuah impian besar Sukarno. Memiliki cita-cita atau visi yang sama yakni terciptanya perdamaian dunia, nasionalisme, keadilan, demokrasi, kebebasan, mengenyahkan praktek perbudakan (slavery), dunia tanpa senjata nuklir dan kemanusiaan yang memanusiakan manusia.

 

Penulis : Arni Nirmala