Law Library of Congress

Website Library of Congress (loc.gov) merupakan salah satu contoh unggul dari bagaimana institusi publik khususnya perpustakaan dapat memanfaatkan teknologi berbasis website untuk menghadirkan layanan informasi yang adaptif dan berorientasi pengguna. Melalui desain yang terasa sangat mewakili citra merek Library of Congress, website loc.gov dengan sangat ramah menghadirkan navigasi untuk pengguna maupun calon pengguna yang akan merasakan langsung pengalaman berinteraksi dengan koleksi dan fasilitas  Library of Congress. Dalam artikel ini, kami akan memandu kalian dalam menjelajahi website Library of Congress

Gambaran Umum Melalui Tampilan Awal

Sebelum masuk lebih jauh ke dalam fitur-fitur yang tersedia, website Library of Congress menyusun tampilan awalnya dengan elemen visual dan navigasi yang berfungsi sebagai pintu pertama menuju keseluruhan pengalaman digital yang tersedia. Berdasarkan bagian ini, pengguna sebenarnya sudah dapat memahami struktur dasar situs yang menjadi fondasi eksplorasi selanjutnya. Hal ini memudahkan masyarakat awam agar tidak kebingungan saat berselancar mencari informasi yang dibutuhkan. 

Dimulai dari tampilan awalnya, pengguna disambut oleh logo besar di ujung kiri dan slideshow fullscreen yang menampilkan informasi terkini, lengkap dengan navigasi panah dan tombol jeda yang memberikan kendali kepada pengguna. Selain itu, saat pertama kali mendaratkan diri pada web Library of Congress juga terdapat Search bar di sisi pojok kanan atas beserta dengan opsi filter “Everything” untuk pengguna melakukan pencarian lintas kategori seperti audio, teks, gambar, dan objek 3D, hal ini menandakan sistem yang sangat fleksibel. 

Tepat di sebelah search bar, terdapat menu hamburger denga ikon strip tiga yang dapat menuju kepada kebutuhan lain seperti “Discover”, “Services”, “Visit”, “Education”, “Connect” untuk akses ke sosial media lainnya, “Shop” untuk artikel berbelanja produk Library of Congress, “Donate” untuk informasi mengenai program donasi, dan “About” untuk informasi mengenai perpustakaan Library of Congress. 

Selain itu, pindahkan arah fokus ke bawah sedikit, terdapat navigasi sekunder seperti:

  1. “Library Catalog”, merupakan katalog daring Library of Congress dengan fitur Quick Search untuk dapat mengakses ke lebih dari 20 juta entri katalog Library of Congress yang mencakup berbagai jenis koleksi seperti buku, terbitan berseri, manuskrip, peta, musik, rekaman, gambar, hingga sumber daya elektronik.
  2. “Digital Collections” yang berisikan menyajikan UX modern dengan slider koleksi unggulan, fitur filter “Refine by”, hasil pencarian terstruktur, serta opsi tampilan Gallery dan Grid memudahkan pencarian koleksi yang presisi dan fleksibel.
  3. “Researchers” yang merupakan Konten integrasi layanan fisik dan digital untuk perjalanan penelitian, termasuk panduan riset (Research Guides) contohnya adalah https://guides.loc.gov/law-library, yang dapat mendirect kita ke situs sumber sumber hukum yang kita butuhkan. Lalu ada juga katalog, dan koleksi digital semuanya dikemas dalam ilustrasi visual dan fitur yang komunikatif. 
  4. “Visitors” yang berisikan segala informasi informatif mengenai kunjungan ke perpustakaan Library of Congress yang dirancang untuk merencanakan kunjungan dengan baik sehingga calon pengunjung dapat merasakan pengalaman terbaik setelah berkunjung. 
  5. “Teachers” yang menjadi representasi nyata dari peran edukatif Library of Congress dan keseriusan Library of Congress dalam mendukung pengembangan profesional guru dan integrasi koleksi ke dalam kurikulum sekolah karena di dalamnya berisikan koleksi yang dapat membantu pengajar dalam melakukan pengajaran, dll yang dirancang secara intuitif, memudahkan ragam jenis pengguna menelusuri layanan sesuai kebutuhan. 
  6. “Library of Congress Blogs”, di sini pengguna diajak untuk menelusuri tulisan staf perpustakaan dan penulis tamu mengenai wawasan, menafsirkan koleksi, serta menyampaikan kisah menarik kepada publik. Hal ini menjadi sarana untuk menghadirkan sisi manusiawi dari koleksi digital yang tak dapat digantikan oleh teknologi.
  7. “More…” akan membawa pengunjung ke halaman Services & Programs yang menampilkan seluruh struktur layanan perpustakaan, mulai dari Ask a Librarian hingga pelestarian, katalogisasi, dan layanan hak cipta, koneksi kepada pustakawan ahli untuk keperluan riset, dan lain-lain, serta beragam program seperti Veterans History Project dan American Folklife Center yang menjadi cerminan komitmen Library of Congress terhadap inklusivitas dan pengabdian publik.

Masih pada tampilan awal, jika digulir ke bawah, terdapat bagian “Trending”, dimana Library of Congress menyajikan rekomendasi topik yang sedang hangat dicari oleh pengguna. Kemudian tepat di bawahnya terdapat konten multimedia dengan kategori Watch yang menampilkan konten berupa video, tersedia pula kategori News, Events, dan Exhibitions yang menampilkan berita terbaru, agenda acara, serta pameran yang sedang berlangsung pada sisi bawah horizontal. Sedangkan di sisi kanan vertikal, terdapat Blog dan Magazine dengan visual mencolok. 

Digulir lebih dalam, dapat ditemukan bagian “Your Library”, dimana pengguna disajikan tiga blok layanan utama: Plan Your Visit, Research Centers, dan Ask a Librarian. Blok-blok ini menjadi jalur akses bagi pengguna untuk menentukan bagaimana mereka ingin berinteraksi dengan Library of Congress, baik secara virtual, langsung di tempat, atau melalui dukungan pustakawan. Komponen visual yang jelas dan tombol interaktif membuat pengalaman pengguna menjadi berkesan. 

Tetap pada halaman pertama, setelah segmen “Your Library” terdapat salah satu segmen menarik pada website Library of Congress yaitu halaman “Free to Use and Reuse”, di mana koleksi domain publik ditampilkan dengan visual mencolok dan CTA seperti “Show More Images”. Ini sejalan dengan misi keterbukaan akses Library of Congress, mendorong pengguna untuk menjelajahi dan memanfaatkan aset publik secara bebas.

Penilaian Teknis

Dari sisi UI dan branding, Library of Congress berhasil mempertahankan identitas visual yang konsisten dengan palet dominan putih-oranye-hitam, logo dominan, dan layout grid bersih dengan pemanfaatan white space yang baik. Navigasi yang terstruktur melalui dropdown, breadcrumbs, dan sidebar sangat mendukung orientasi pengguna. Dari sisi aksesibilitas, tombol “Back to top”, dan kontras warna tinggi menunjukkan komitmen terhadap inklusi. Seluruh konten perpustakaan telah berhasil disajikan dalam format visual-informatif yang sangat mempengaruhi keterlibatan pengguna. Hebatnya lagi, website Library of Congress dalam PC dan mobile hanya mengalami perubahan size, tidak ada pengaruh dalam fungsi. Patut diapresiasi kerja sama tim yang menginisiasi fungsi maksimal website Library of Congress yang sangat pleasing pengguna.

Kesimpulan

Website Library of Congress (loc.gov) merupakan contoh cemerlang dari bagaimana institusi publik dapat mengoptimalkan teknologi digital untuk menyajikan layanan informasi yang berorientasi pada pengalaman dan kepuasan pengguna. Namun, memang masih diperlukan adanya ruang perbaikan pada halaman “Library Catalog” dan alangkah lebih baik apabila website LOC dibuat multibahasa untuk menjangkau skala global. Selain fitur multibahasa, dalam rangka menjangkau masyarakat lebih luas, mungkin dapat diadakan virtual tour 360° pada halaman “Visitors” agar seseorang dapat merasakan experience kemegahan perpustakaan Library of Congress meski dalam jarak.

Penulis : Dyandra