Pengantar
Berkenaan dengan perjanjian kerjasama pengelolaan data penelitian, tim dari Yayasan Studi Hukum dan Kebijakan yang diwakili oleh Perpustakaan Hukum Daniel S. Lev mengikuti bimbingan teknis pengelolaan data penelitian. Bimbingan Teknis dilakukan untuk pengenalan terhadap database yang digunakan, menyamakan persepsi mengenai maksud dan tujuan pengelolaan data penelitian dan memastikan setiap stake-holder yang terlibat memahami perannya dalam terwujudnya Repositori Ilmiah Nasional yang digagas oleh BRIN.
Bimtek diselenggarakan pada 16 November 2022 bertempat di Ruang Rapat Perpustakaan IPSK lantai empat gedung BRIN Gatot Subroto (d/h gedung PDDI LIPI), diikuti oleh tiga orang pustakawan dari Perpustakaan Daniel S. Lev, sekretaris program, tim media, tenaga administrasi Pusat Studi Hukum dan Kebijakan, dan sembilan mahasiswa Prodi Manajemen Rekod dan Arsip Program Vokasi Universitas Indonesia. Para mahasiswa diikutsertakan untuk tujuan pengayaan materi pengarsipan dan pengelolaan rekod.
Pengenalan Dataverse Project
Dataverse Project merupakan platform aplikasi penyimpanan data yang dibangun oleh Harvard University. Tim Pusdatin BRIN mengembangkan aplikasi ini dan kemudian disesuaikan dengan kebutuhan BRIN. Hasil pengembangan ini menjelma repositori yang berlabel RIN (Repositori Ilmiah Nasional)merupakan sarana untuk menyimpan, melestarikan, mengutip, menganalisis dan berbagi data penelitian.
RIN mengelola data primer dan keluaran Litbangjirap seperti yang tercantum di Undang-undang 11 Tahun 2019. Kegiatan menyimpan data ke dalam repositori ini merupakan salah satu siklus hidup dari data ilmiah.
Kebijakan
Paliing tidak ada tiga peraturan yang dijadikan landasan dalam pengelolaan data ilmiah ini antara lain:
- Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Iptek, Pasal 40 mengenai Wajib Serah dan Wajib Simpan Data Primer dan Keluaran Litbangjirap. Implikasi UU Sisnas Iptek ini mengatur SDM Iptek untuk wajib serah dan wajib simpan data primer yang diperoleh dari kegiatan penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan.
- PerBRIN Noor 18 Tahun 2022 mengenai Wajib Serah dan Wajib SImpan (WSWS) Data dan Keluaran Hasil Riset di Lingkungan BRIN. WSWS paling lambat dilakukan tiga bulan setelah riset dilakukan, data yang dimaksud bisa berupa catatan, grafik, tabel, peta, gambar, video, rekaman audio/visual, transkrip atau kode.
- PerBRIN Nomor 22 Tahun 2022 tenang Klirens Etik Riset. Pada pasal empat disebutkan permohonan klirens etik riset dilengkapi dengan dokumen berupa: proposal iset, dokumen lain yang dipersyaratkan oleh komisi etik. Salah satu butir dalam proposal riset adalah perencanaan manajemen data. Yang di dalamnya mencakup bagaimana data riset akan disimpan, kapan dan bagaimana data tersebut akan dimusnahkan.
Urgensi pengelolaan data penelitian
Data penelitian yang terkelola dengan baik akan meningkatkan nilai tambah data tersebut. Semakin baik pengelolaannya, semakin berguna data tersebut untuk riset lanjutan yang akan dilakukan. Berikut hal-hal yang memperkuat pentingnya pengelolaan data penelitian:
- Komunikasi ilmiah saat ini yang berbasis data dan publikasi, sitasi juga dilakukan tidak hanya pada artikelnya tetapi juga data primernya.
- Riset yang mudah direproduksi juga mengurangi risiko duplikasi, meningkatkan ilmu pengetahuan secara kumulatif dan mengevaluasi klaim hasil riset.
- Penerbit jurnal bereputasi internasional sudah membiasakan penulisnya untuk melampirkan data penelitian di tiap submission.
Prinsip Data FAIR pada RIN
Prinsip data pada RIN adalah metadata dan data dapat mudah dicari baik oleh pengguna maupun oleh sistem (findable), mudah diakses (accesible), metadata yang digunakan terstandar sehingga dapat dioperasikan/diintegrasikan dengan platform lain (interoperable) dan dapat digunakan kembali di masa yang akan datang untuk riset lanjutan dengan mengikuti aturan lisensi dan adanya dukugan untuk memfasilitasi sitasi data (reusable) yang disingkat mejadi FAIR.
Prinsip ini penting dilakukan mempertimbangkan waktu yang dihabiskan dalam pencarian data, biaya untuk penyimpanannya, biaya lisensi, bagian dari integritas publikasi dan untuk menghindari pendanaan (penelitian) ganda.
Paling tidak ada empat metadata yang disimpan di RIN meliputi metadata geospasial, metadata ilmu sosial dan humaniora, metadata astronomi dan astrofisika, metadata ilmu hayati dan custom metadata.
Kebijakan Konten
Terdapat lima kebijakan yang diterapkan terkait dengan konten yang ada di RIN, yaitu:
- Jenis data, data yang diinput berupa catatan, grafik, tabel, peta, gambar, video, rekaman audio visual, transkrip atau kode.
- Format Data. Untuk data statistik bisa menggunakan format: SAS, SPSS, Stata, XML, xls, csv, dst. Sedangkan data nonstatistik berupa tekstual, audio digital spasial (*.shp, dst), gambar 3D, gambar dan data video digital, PDF, word, dst).
- Kuota dan Size, tidak ada batasan kuota, size upload maksimal 18GB/file
- Status Data: During research: data yang dikumpulkan selama riset berlangsung dan Post research: data yang dikumpulkan setelah riset selesai.
- Data sekunder, boleh dimasukkan selama mengikuti lisensi dan mencantumkan sumber data.
Kebijakan Preservasi di RIN
- Tidak ada periode retensi
- Pelestarian file (memastikan data tetap dapat dioperasionalkan di masa yang akan datang)
- Pengelola RIN memberlakukan penarikan data (deaccession) karena adanya kesalahan, kelalaian, atau pelanggaran hukum dalam objek yang disimpan.
Siklus Data Penelitian dalam Research Data Management (RDM)
Kegiatan menyimpan data ke dalam repositori merupakan salah satu tahapan dalam siklus hidup dari data ilmiah.
- Penciptaan data dan penyimpanan
- Menata data aktif
- Repositori data dan arsip
- Katalog data dan pencatatan
Deposit Agreement
- Data penelitian yang disimpan di dalam RIN sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemilik data
- Jika depositor akan membuka datannya, maka depositor wajib menyertakan form kesediaan open data untuk diunggah ke dalam dataset.
- Jika tidak ada dataset dalam jangka waktu setahun (terhitung setelah pembuatan) di dalam dataverse, pengelola RIM akan mengirimkan notifikasi email. Namun jika dalam dua pekan sejak dikirimnya notifikasi tidak ada tanggapan, dataverse akan dihapus.
—
Sumber: Materi presentasi bimbingan teknis pengisian Repositori Ilmiah Nasional (RIN): Kebijakan Pengelolaan Data Ilmiah, 16 November 2022. Disampaikan di Ruang Rapat Perpustakaan IPSK, gedung BRIN Gatot Subroto Jakarta.
