Audiensi Perpustakaan Hukum Daniel S Lev ke Perpustakaan DPR RI

Setiap perpustakaan pasti punya keunikan layanan yang tidak dimiliki oleh perpustakaan lain dan diyakini tidak ada perpustakaan yang bisa memenuihi kebutuhan pemustakanya secara mandiri (self-suffecient). Kerjasama mutualisme dibutuhkan untuk mengisi gap pemenuhan kebutuhan ini. Biasanya diimplementasikan dengan kerjasama antar perpustakaan (library networking)  atau kerjasama pinjam antar perpustakaan (inter-library loan)

 Di lingkup dunia kepustakawanan Perpustakaan Hukum Daniel S Lev dan Perpustakaan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dikategorikan sebagai perpustakaan khusus. Khusus dalam koleksi dan pengguna/pemustakanya. Meskipun perpustakaan khusus, tetapi Perpustakaan Danlev selalu berusaha untuk bersifat inklusif. Kalangan umum, di luar internal lembaga diperkenankan mengakses koleksi perpustakaan dan diperhatikan kebutuhan literaturnya. Karena keterbatasan sumber daya keuangan, kerjasama antar perpustakaan semakin signifikan perannya untuk memenuhi kebutuhan pemustaka secara maksimal.

Berkaitan dengan upaya Perpustakaan Danlev untuk memenuhi kebutuhan dan meningkatkan layanan kepada pemustakanya, maka pada hari Kamis, 5 Oktober 2023, Tim Perpustakaan Daniel S Lev berkunjung ke Perpustakaan DPR RI. Dengan agenda di bawah ini:

1. Silaturahmi dengan Tim Perpustakaan DPR demi sinergitas lembaga

2. Pembahasan PKS akses e-library perpustakaan DPR untuk mahasiswa STHI Jentera, sebagai bentuk saling support antar perpustakaan.

3. Pembahasan acara kerjasama kegiatan FGD mengenai Digital Assets Management, dalam kaitan pengembangan kapasitas individu yang tergabung dalam Forum Perpustakaan Khusus Indonesia (FPK Indonesia/FPKI).

Tim Perpustakaan Hukum Daniel S Lev  dipimpin oleh Kepala Perpustakaan Farli Elnumeri, didampingi oleh Pustakawan Triana Dyah, System Librarian Triawan Mardiasa, admin perpustakaan Futri Yuliyanti, dan satu orang mahasiswa magang dari Universitas Padjajaran Tsabitah Zahra, diterima oleh Kepala Bagian Perpustakaan Ade Efendi S. Sos, M.M. disertai jajarannya yang terdiri dari Pustakawan Muda, Pustakawan Madya, dan Widyaiswara, di antaranya adalah Djati Ardjani, Mustika Watie, dan Tenny Rosanti.

Layanan Perpustakaan

Pokok bahasan pertama adalah paparan profil masing-masing perpustakaan dan layanan yang disediakan. Paling tidak terdapat delapan layanan pemustaka yang diberikan oleh perpustakaan DPR, meliputi DPR e-Library, repositori, e-kliping, e-paper (blog), Sipinter (sistem paket informasi terkini), Literasi parlemen, Kelas literasi, dan JDIH. Layanan lain yang dikelola adalah Arsip dan PPID, dan yang sedang dipersiapkan adalah Pusat Data DPR (Satudata DPR) yang mengintegrasikan semua layanan tersebut. Pengguna utama adalah ASN di lingkungan DPR dan anggota dewan.

Perpustakaan Hukum Daniel S Lev yang memiliki visi menjadi Pusat referensi dan kajian dokumentasi hukum di Indonesia memiliki fokus pengembangan koleksi dan layanan semua subyek dalam bidang hukum. Layanan yang diberikan hampir sama dengan yang diberikan oleh Perpustakaan DPR dengan titik tekan yang berbeda. Pemustaka utama dari perpustakaan adalah mahasiswa, praktisi hukum, peneliti dan jurnalis, maka luasan variasi layanan meliputi koleksi buku, serial, jurnal digital; koleksi monograf tercetak, repositori yang berisi grey literature, hasil penelitian lembaga dan skripsi mahasiswa STHI Jentera; e-kliping; selain itu perpustakaan berfungsi sebagai penanggungjawab terselenggaranya Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH); pusat arsip lembaga; dan PPID.

Dengan kekayaan literatur yang berbeda, maka adanya kerjasama antara Perpustakaan DPR dan Perpustakaan Hukum Daniel S Lev  sangat strategis. Bisa saling sinergis melengkapi kebutuhan pemustaka. Kerjasama ini secara teknis akan dituangkan dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama yang butir-butirnya akan disusun kemudian.

Pengembangan Kapasitas Pustakawan

Kemajuan perpustakaan juga ditentukan oleh kompetensi setiap tenaga perpustakaannya. Untuk selalu bisa mengikuti perkembangan di dunia kepustakawanan yang dinamis, para tenaga perpustakaan harus mau dan diberi kesempatan untuk mengembangkan dirinya.

Salah satu jalan pengembangan diri, adalah dengan aktif mengikuti kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh berbagai jaringan perpustakaan. Wadah berjejaring yang aktif diikuti oleh perpustakaan khusus seperti Perpustakaan DPR dan Perpustakaan Hukum Daniel S Lev adalah Forum Perpustakaan Khusus Indonesia (FPK Indonesia/FPKI).

Forum ini dalam waktu dekat akan menyelenggarakan workshop mengenai pengelolaan aset digital (Digital Assets Management). Seperti yang disampaikan di atas, sebagian besar koleksi perpustakaan pada saat ini adalah koleksi digital. Koleksi digital membutuhkan penanganan yang berbeda dengan koleksi analog, baik pengelolaan, pengolahan dan preservasinya. Perlu juga memberi pemahaman kepada setiap pengambil keputusan, koleksi digital bisa diperlakukan sebagai aset organisasi yang butuh ditangani secara profesional.

@trianadyah.p