Kegiatan

“Workshop Peningkatan Kompetensi Pustakawan Pengelola Website Perpustakaan”

Pustakawan saat ini diharapkan memiliki banyak inovasi dalam memberikan layanan kepada pemustaka. Beragam keterampilan yang perlu dimiliki pustakawan setidaknya minimal sesuai dengan Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 236 Tahun 2019 tentang Standar Kualifikasi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Bidang Perpustakaan. Beragam unit kerja yang perlu dimiliki pustakawan agar selalu siap mengikuti perkembangan layanan informasi yang dibutuhkan pemustakanya.   Salah satu kompetensi yang perlu dimiliki pustakawan yaitu kemampuan untuk mengelola website perpustakaan. Untuk itu, Perpustakaan Hukum Daniel S Lev mengirimkan tenaga perpustakaannya, Triana Dyah dan Putri, mengikuti Workshop Peningkatan Kompetensi Pustakawan Pengelola Website Perpustakaan pada tanggal 14 Juli 2021 yang diselenggarakan oleh Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) yang dilaksanakan secara daring.

Website atau situs adalah lokasi pusat halaman web yang saling terhubung dan dapat di akses dengan mengunjungi halaman website menggunakan browser. Website dapat di buat dan dikelola oleh individu, instansi, grup, bisnis, atau organisasi untuk melayani berbagai tujuan. Menurut Sony Pawoko, nara sumber yang berasal dari Perpustakaan Universitas Indonesia menyatakan bahwa peran website sangat penting bagi perpustakaan apalagi saat pandemi ini. Konsep yang berkembang saat ini adalah “The library comes to you”. Untuk itu setiap perpustakaan perlu memiliki website perpustakaan yang menarik dan dibutuhkan pemustaka. Lebih lanjut menurut Sony, untuk mengoptimalkan pemanfaat website perpustakaan maka harus selalu berorientasi terhadap pemustaka.

Ada beberapa hal penting ketika kita membangun website perpustakaan, di antaranya yaitu:

  1. Kerangka website perpustakaan (desain)
  2. Beranda (Home Page)

Merupakan dokumen tingkat atas yang berkitan dengan situs perpustakan virtual. Semua halaman lain yang termasuk ke dalam situs tersebut biasanya dapat di akses dengan mengikuti tautan dari beranda.

  • Directional

Merupakan halaman-halaman yang memberi arahan, menjawab pertanyaan singkat, kebijakan perpustakaan. Misalnya halaman yang mencantumkan perpustakaan cabang, memberikan gambaran umum tentang koleksi dan layanan, daftar jam buka, pernyataan misi perpustakaan, kebijakan/peraturan.

  • Reference

Merupakan halaman-halaman yang menyediakan data substantif. Misalnya, panduan terperinci untuk menggunakan kumpulan atau database tertentu, panduan untuk sumber daya internet, dan kumpulan data.

  • Combination

Merupakan halaman yang menggabungkan data directional dan reference type, seperti newsletter perpustakaan. Misalnya, bagaimana cara mendapatkan kartu perpustakaan, memberikan instruksi dalam menggunakan database baru.

  • Konten website perpustakaan

Merupakan istilah yang digunakan untuk menggambar materi ataupun informasi yang ingin dipublikasikan, yang bisa di presentasikan melalui teks, multimedia, gambar/animasi, panduan, permalink. Antarmuka situs web merupakan jembatan yang menghubungkan kebutuhan informasi pengguna dengan layanan-layanan yang terdapat di perpustakaan, yaitu OPAC (koleksi), portal (permalink e-resources), berita (info perpus), media sosial, automasi (layanan).

  • Portal kebutuhan informasi pemustaka

Situs web pemustaka tidak hanya dilihat dari seberapa menariknya tampilan halaman tersebut terlihat. Hal ini disebabkan karena yang dibutuhkan oleh pengguna perpustakaan adalah tentang bagaimana situs web perpustakaan dapat membangun pengguna dalam memenuhi kebutuhannya untuk menemukan dan memahami informasi yang disajikan.

  • Menu pengunduhan koleksi
  • Google custom search engines embedded your site
  • Menu chating di dalam website untuk berkomunikasi dengan pemustaka
  • Memasukan media sosial ke website perpustakaan

Untuk kebutuhan layanan pemustaka, selain website profesional kita juga harus bermain dengan media sosial.

Lebih lanjut Pawoko menceritakan mengenai siklus hidup sistem (system development life cycle) website sebagai berikut:

  • Fase perencanaan
  • Analisa kebutuhan
  • Fase analisa
  • Perancangan
  • Pengembangan
  • Pengujian
  • Implementasi
  • Pemeliharaan

Hal yang mendasari dalam membangun website perpustakaan sebagai berikut:

  1. Domain Name, adalah nama suatu website. Nama inilah yang akan digunakan saat pengguna akan mengakses website kita.
  2. Hosting, adalah tempat kita menyimpan file, gambar, video, dan data website kita yang nantinya bisa diakses melalui internet.
  3. Aplikasi Website, merupakan sarana membuat desain, komposisi warna, peletakan menu navigasi, peletakan teks, gambar vidio, dan lainnya.
  4. Pengelola Web, SDM yang bertugas merupakan konten website, update website, menerima kontak dari pengunjung dan lainnya.

Adapun platform membangun website yang dapat digunakan untuk membangun website seperti wordpress, drupal, joomla dan lainnya.

Berkaitan dengan pengelolaan server, menurut Dwi Fajar Saputra, ada beberapa jenis server, yaitu:

  1. Web Server, sebuah software yang di tugaskan untuk melakukan respon terhadap request.
  2. Mail Server, diperuntukan bagi yang akan menggunakan pengiriman pesan antar, pengirim dan penerima.
  3. FTP Server,  sebuah protokol internet yang berfungsi untuk melakukan transfer atau pertukaran data.
  4. DNS Server, sebuah sistem yang menghubungkan Uniform Resoruce Locator (URL) dengan Internet Protocol Address (IP Address).

Adapun beberapa skenario implementasi

  1. Local : PC/Laptop+XAMPP+Wordpress
  2. Panel Berbayar : Cpanel (tersedia layanan auto installer)
  3. Panel Gratis : Aapanel (https://www.aapanel.com/index.html)
  4. Virtual Private Server : DevOps/mandiri (install perangkat masing-masing spt apache, php dll secara sendiri)

Kegiatan ini juga memperkenalkan mengenai  Sciene Direct Value Story.

Penulis: Putri dan Triana Dyah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *