Kegiatan

Tips Menulis Konten Media Sosial

Perpustakaan saat ini sangat mengandalkan media sosial untuk penyebaran ilmu pengetahuan atau transfer of knowledge. Diutarakan oleh Kepala Perpustakaan Nasional Repubik Indonesia dalam acara ulang tahun ke Perpustakaan Nasional di Jakarta, tren di tahun 2021, perpustakaan tidak lagi sibuk menumpuk koleksi, tetapi diharapkan lebih fokus pada penyebaran informasi.

Satu cara penyebaran informasi  yang mudah dan efektif  adalah melalui media sosial. Ada banyak macam media sosial yang populer digunakan di Indonesia, seperti Instagram, Twitter, Facebook, LinkedIn, Whatsapp, Line, Telegram, Youtube, dan Tiktok.  Ada yang berbasis gambar, audio,  video, dan percakapan.

Setiap media sosial  memiliki karakteristik, tetapi sebaiknya  media sosial yang kita miliki memiliki empat sifat konten yang sering disebut 4E, yaitu educate (mendidik), entertain (menghibur), engage (melibatkan), dan empower (memberdayakan). Ke empat sifat itu tidak mesti terpenuhi kesemuanya, tetapi bisa diusahakan. Contohnya konten yang berisi edukasi diselipkan humor segar untuk  menghibur dan tidak membuat bosan. Kita bisa membuat konten interaktif untuk memenuhi sifat engage, misalnya dengan membuat kuis, tebak-tebakan, polling opini, atau survei.

Di dunia medsos, dikenal adanya admin yang bertugas sebagai perencana konten, pembuat konten teks, pembuat konten gambar, konten video dan audio, editor konten, pelayan pelanggan (customer service) dan pemantau media sosial. Perencana konten bertugas menetapkan strategi konten, penulisan wara (copy writing), pemasaran digital, dan komunikasi. Idealnya ini dipegang oleh orang yang berbeda tetapi seringkali admin medsos hanya satu orang yang melakukan semua hal tersebut.

Dalam pengelolaan media sosial paling tidak ada lima tahap yang perlu diperhatikan. Tahap satu, adanya perencanaan. Di tahap ini sebelum akun atau postingan  dibuat kita perlu mengidentifikasi identitas kita, membuat pedoman -dalam penggunaan bahasa misalnya, melihat dari audiens atau segmen kita;  dan kalender yang berisi rencana postingan. Tahap kedua, yaitu  pembuatan perlu memperhatikan praproduksi, produksi, dan pascaproduksi. Lalu tahap ketiga,  pengiriman; ada persetujuan, penjadwalan dan pemengaruh (influencer). Di tahap empat, postingan sudah beredar, kita perlu interaksi, menjawab komentar, memperbaiki jika ada insiden atau krisis. DI tahap terakhir, kita perlu mengadakan evaluasi, kita bisa memantau, mengukur dan meningkatkan performa media sosial kita.

Dengan melakukan tahapan pengelolaan media sosial secara konsisten, kita bisa mengukur kinerja dan keefektifan aktivitas. Sebaiknya pembuatan dan penyebaran konten idilakukan secara terencana baik, ada waktu khusus untuk menyebarkan, dan ada evaluasi untuk setiap konten yang disebar.(08082021)

Penulis: Triana Dyah, Pustakawan Perpustakaan Hukum Daniel S Lev

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *