Kegiatan

Peran Perpustakaan Perguruan Tinggi dalam Mendukung Proses Belajar Mengajar dan Akreditasi Institusi

“Kampus maju karena didukung perpustakaan yang bagus”, demikian pernyataan Prof. M.Sirozi, Ph.D. , Rektor UIN Raden Fatah, Palembang, dalam membuka Seminar dan Workshop yang bertajuk Peran Perpustakaan Perguruan Tinggi dalam Mendukung Proses Belajar Mengajar dan Akreditasi Institusi.  Menurutnya, Perpustakaan harus selalu menjadi pusat inovasi keberlanjutan (continous innovation), karena perpustakaan menjadi gerbang awal bagi para mahasiswa dan akademisi dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Apabila dianalogikan, seperti ketika melihat buku baru, pastilah tertarik dengan cover buku tersebut yang menarik perhatian.

Lebih lanjut menurut Prof. M.Siroji, Ph.D perpustakaan harus selalu aktif meningkatkan layanan yang diberikan sesuai dengan perkembangan pengguna perpustakaannya, sehingga selalu diminati dan menjadi bagian penting dari pendidikan tinggi. Layanan yang diberikan tidak saja sarana yang bagus, namun adanya atmosfer layanan yang menyenangkan, semangat melayani yang tinggi, aktif mendeteksi kebutuhan para sivitas di kampusnya. Dengan demikian, manajemen perpustakaan tidak boleh hanya sibuk dengan dirinya sendiri.

Saat ini, dosen menjerit artikel ilmiahnya sulit disusun dan tuntutan terbit dalam jurnal internasional yang terindeks scopus. Hal ini seharusnya dapat diantisipasi perpustakaan sehingga akademisi dapat menghasilkan karya ilmiahnya dengan baik. Begitu pula untuk para pengambil kebijakan. Mereka seharusnya mendapat informasi yang lengkap dalam memecahkan permasalahan kebijakan yang sedang mereka rumuskan. Walau memang, kondisi saat ini masih jauh dari ideal yang bisa difasilitasi melalui perpustakaan karena anggaran yang jauh dari memadai.

Harapan beliau, melalui pertemuan ini, perpustakaan di Sumatera Selatan dapat terakreditasi A. Untuk itu, perpustakaan perlu tertata lebih ramah dan nyaman bagi penggunanya. Ibarat iklan, kalau sudah masuk perpustakaan, malas keluar lagi. Beliau teringat ketika menempuh program doktoral, perpustakaanya memiliki fasilitas kamar mandi, dapur, sofa serta mendapatkan layanan informasi yang sangat baik dari pustakawan. Layanannya bahkan 24 jam. Sayangnya, untuk konteks Indonesia, masih sangat jauh.  Saat ini, kalau ke kampus, ruangan yang nyaman itu, ruangan rektor dan ruangan dekan. Dalam penutup sambutannya, beliau menyatakan,”Give me googd library and we can give you good scholar”.

Bersama para pengurus FPPTI Sumatera Selatan

Kegiatan ini kemudian berlanjut dengan paparan Farli Elnumeri, Kepala Perpustakaan Hukum Daniel S Lev, bersama Imam Budi Prasetiawan, Ketua FPPTI Pusat, dan Wiji Suwarno, Ketua FPPTI Jawa Tengah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *