Kegiatan

Membangun Strategi Kampanye: Pelatihan Advokasi bersama change.org

Seorang tunanetra bernama Trian Erlangga yang mendapat kendala membuka rekening bank atas namanya dengan alasan dia disable netra. Kisah itu mengusik rasa simpati beberapa orang yang kemudian membuat petisi daring yang menggugat aturan di bank tersebut. Petisi daring tersebut mendapat respons positif dari public dan kemudian pimpinan bank tersebut mengubah aturan mengenai pembukaan rekening, yang bisa diakses siapa saja. Kasus ini menjadi salah satu contoh yang diangkat oleh Arief Aziz (Co-founder dan Country Director change.org Indonesia) dalam mengadvokasi isu-isu sosial.

Dari contoh kasus di atas, ada empat hal penting yang bisa diidentifikasi jika ingin memulai suatu advokasi/tuntutan, yaitu dengan melihat:

 1. Gejala yang tampak di masyarakat;

 2. Bagaimana pola dan tren/gambaran besar terkait gejala tersebut;

 3. Struktur penyebab;

 4. Paradigma/mindset yang muncul terkait isu tersebut.

Dari identifikasi itu, peserta dilatih melakukan  pemetaan aktor, siapa saja stake-holder yang terlibat, dan siapa yang berwenang mengubah keputusan. Identifikasi menghasilkan strategi bagaimana mendapat dukungan, bagaimana supaya pengambil keputusan mendengar dan mengambil perubahan. Hal ini dilakukan dengan cermat agar kampanye bisa efektif dan ada dampak positif yang dihasilkan.

Tips agar advokasi berjalan simultan, jika memakai petisi daring maka sampaikan selalu update secara reguler, kemajuan atau kemunduran dan jangan lupa meminta pengunjung petisi untuk melakukan sesuatu. Jika beriklan di media atau mengirim  pers rilis, perhatikan media yang dibaca oleh pejabat pengambil keputusan, apakah dia membaca media lokal, nasional atau internasional. 

Materi di atas merupakan bahasan yang diikuti oleh Pustakawan Danlev Law Library dalam  pelatihan Pengembangan Model Advokasi dalam bentuk   kampanye digital yang efektif untuk isu-isu sosial. Pelatihanyang dilaksanakan secara virtual ini diselenggarakan oleh change.org dan Penabulu Foundation/Lingkarmadani pada 16 dan 23 Juli 2021. Pelatihan ini diadakan dalam rangka membantu kerja Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) di bidang advokasi, dan membangun inovasi dan kreativitas dalam mengembangkan model advokasi.

Pelatihan yang diberikan dalam dua sesi pertemuan ini diberikan oleh Arief Aziz. Hasil yang diharapkan adalah dapat membangun kapasitas para OMS dalam mengimplementasikan kampanye dan petisi secara daring dengan cara memperkenalkan beragam pendekatan dan kerangka kerja, sekaligus mengembangkan kemampuan OMS menulis untuk menunjang perubahan sosial yang dituju.

Durasi dua jam pelatihan virtual ini diisi dengan pemaparan narasumber, games dengan google jamboard, diskusi, studi kasus, dan tanya jawab. Pelatihan virtual  dilanjutkan dengan sesi “Pelatihan Kiat Menulis untuk Perubahan Sosial”.

Penulis: Triana Dyah, Pustakawan STHI Jentera

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *