Kegiatan

Bersiap untuk Sertifikasi Pustakawan

Sertifikasi pustakawan saat ini telah masuk sebagai salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh pustakawan di Indonesia dengan dimasukannya oleh Perpustakaan Nasional sebagai salah satu instrument penilaian akreditasi perpustakaan. Dengan sertifikasi pustakawan, seorang pustakawan akan diukur dan dinilai pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerjanya, sehingga dapat dikatakan memiliki kompetensi bekerja di bidang perpustakaan.

Menurut Endang Ernawati ketua LSP Pustakawan, manfaat sertifikasi pustakawan untuk perpustakaan yaitu: 1. Menjawab tuntutan masyarakat akan pemberian layanan prima oleh perpustakaan, dengan memastikan perpustakaan mendapatkan pustakawan yang kompeten, membantu pustakawan meyakinkan pemangku kepentingan bahwa layanan perpustakaan dilakukan oleh pustakawan yang kompeten, membantu pimpinan dalam rekruitmen dan pengembangan tenaga berbasis kompetensi sehingga meningkatkan efisiensi pengembangan SDM, dan membantu perpustakaan dalam sistem pengembangan karir dan renumerasi tenaga berbasis kompetensi; 2. Memastikan dan meningkatkan produktivitas.

Acara FPPT DKI Jakarta “Pembekalan untuk Sertifikasi Pustakawan dan Pelantikan Pengurus FPPTI DKI Jakarta 2019-2022

Untuk saat ini, jenis skema yang dikembangkan dalam sertifikasi pustakawan dibagi berdasarkan klaster pengembangan koleksi perpustakaan, klaster pengelohan bahan perpustakaan, klaster layanan pemustaka, klaster pemasyarakatan perpustakaan dan klaster pelestarian bahan perpustakaan.

Maka menjadi kesaharusan bagi pustakawan untuk mempersiapakan sertifikasi pustawakan, selain bermanfaat bagi instasi perpustakaan itu sendiri, dengan melakukan sertifikasi pustakawan dapat meningkatkan komptensi, kenaikan jabatan, mendapatkan angka kredit, mempromosikan di pasar tenaga kerja dan tentu masih banyak lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *