Kausa

Semua bisa ber-Aksi !

Tahukah kamu? Indonesia merupakan negeri yang besar. Pertama, jumlah penduduk Indonesia urutan ke 4 terbanyak di dunia dengan total jumlah penduduk 255.993.674 jiwa. Kedua, luas wilayah Indonesia berada diurutan ke 15 dengan luas terbesar di dunia yaitu 1.904.569 km2 . Ketiga, kepulauan Indonesia adalah terbesar di dunia dengan 13.466 pulau, sehingga memiliki kekayaan flora dan fauna juga kekayaan alam lainnya.

Lalu apakah sekarang Indonesia sudah menjadi negara yang Makmur dan sejahtera? Padahal kenyataannya masih banyak warga Indonesia yang terjebak dalam kemiskinan disaat pemerintah telah mengucurkan dana untuk desa-desa di seluruh Indonesia. Seperti yang dilansir dari koran.tempo.co “dana desa mengucur, warga miskin pedesaan Maluku malah bertambah”. Pertanyaannya apakah dana yang dialokasikan untuk membantu masyarakat yang kurang mampu, sudah tepat sasaran? Ataukah dana tersebut dinikmati oleh segelintir orang?. Nyatanya Indonesia adalah negara kaya yang (belum) Makmur dan sejahtera!

Dari permasalahan tersebut, korupsi adalah salah satu penyebabnya. Berita terbaru di awal tahun ini saja masih ada kasus korupsi yang terjadi, yaitu yang melibatkan Komisioner KPU dan Anggota partai PDIP.

Tahukah kamu? Dalam sebuah persidangan tindak pidana korupsi, jaksa selalu menghitung kerugian negara yang dinikmati koruptor yang dalam istilah hukum disebut Biaya Eksplisit. Sepanjang 2001-2012, biaya eksplisit dari 1.842 koruptor mencapai Rp. 168 triliun. Namun fakta yang ada, hakim selalu menjatuhkan hukuman lebih rendah dari tuntutan jaksa, baik dari hukuman fisik maupun denda untuk mengganti kerugian negara. Sepanjang 2001-2012, total dana yang harus dikembalikan para koruptor hanya Rp. 15 triliun.

Apakah kamu rela?

Strategi pemberantasan korupsi:

  • Represif

Melalui strategi represif, KPK menyeret koruptor ke meja hijau, membaca tuntutan, serta menghadirkan saksi-saksi dan alat bukti yang menguatkan.

  • Perbaikan system

System yang baik bisa meminimalisir terjadinya tindak pidana korupsi. Misalnya melalui pelayanan public yang serba online, dan system pengawasan terintegrasi.

  • Edukasi dan kampanye

Salah satu hal penting dalam pemberantasan korupsi adalah kesamaan pemahaman mengenai tindak pidana korupsi itu sendiri. Dengan adanya persepsi yang sama, pemberantasan korupsi bisa dilakukan secara tepat dan terarah.

ber-Aksi itu artinya…

Berantas korupsi tiada henti
Berani melawan korupsi
Berperilaku antikorupsi
Berbudaya antikorupsi
Bersikap antikorupsi
Berpikir antikorupsi

Referensi:

Tim Spora Communication , 2018. Semua Bisa ber-Aksi: Panduan Memberantas Korupsi dengan Mudah dan Menyenangkan. Jakarta: DirektoratPendidikan Pelayanan Masyarakat Kedeputian Bidang Pencegahan KPK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *