Dialog Nasional by ID-IGF 2017: Transformasi Digital, Siapkah Indonesia?

Sebagai acara yang berkelanjutan dari tahun-tahun sebelumnya, Indonesia Internet Governance Forum (ID-IGF ) pada tahun ini kembali hadir dengan acara Dialog Nasional 2017. Adapun tema diambil pada Dialog Nasional kali ini yaitu “Trasnformasi Digital, Siapkah Indonesia?”. Berbeda di tahun sebelumnya, tahun ini ID-IGF bekerja sama dengan acara SIBERKREASI. Sehingga segala hal yang berkaitan dengan dunia digital dan internet akan di bahas dalam acara tersebut. Acara ini berlangsung pada Jumat 27 Oktober 2017 di Jakarta Internasional Expo (Jiexpo) Kemayoran pukul 10.00-16.00 WIB. Dimana acara tersebut juga diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan termasuk diantaranya siswa-siswi SMA.

Tema yang dibawakan kali ini memang sangat sesuai dengan kondisi Indonesia, yang mana kita tahu bahwa Indonesia tengah dihadapkan dengan transformasi digital. Sebagai contoh yaitu tranformasi digital pada angkutan umum, seperti hadirnya ojek online dan taksi online. Kondisi ini sendiri menimbulkan berbagai kontroversi di berbagai kalangan masyarakat. Konflik-konflik pun terjadi antara driver angkutan konvesional dan driver angkutan online. Sehingga dengan adanya fenomena tersebut ID-IGF merasa sangat perlu untuk membahas secara bersama-sama mengenai isu tranformasi digital, yang mana sudah siapkah Indonesia untuk menghadapi ini?

Salah satu pembicara yaitu Pak Sanjaya mengatakan bahwa “internet begitu kompleks dan tidak mungkin hanya satu stakeholder tapi harus multistakeholder untuk menangani hal ini, sehingga sangat penting membahas internet secara bersama-sama, karena sebetulnya Indonesia secara sikap dan keinginan sudah siap untuk transformasi digital, akan tetapi akses dan payung hukum belum memadai”. Kemudian pada pembahasan acara tersebut tidak hanya membahas dalam aspek ekonomi, hukum, infrastruktur, sosial & budaya, namun peran perpustakaan juga ikut andil didalamnya. Sebab sebagai lembaga informasi yang berperan untuk memberikan dan menfasilitasi masyarakat dalam mendapatkan informasi dan pengetahuan. Perpustakaan juga ikut andil dalam mewujudkan masyarakat yang berliterasi digital. Agar dalam era transformasi digital ini masyarakat mampu dan paham bagaimana memanfaatkan kecanggihan teknologi dan tidak terbawa arus yang negatif, seperti plagiarisme, informasi hoax, dan lain sebagainya.

No comments yet

Kirim komentar

Plain text

  • Tidak ada tag HTML yang diperbolehkan.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
By submitting this form, you accept the Mollom privacy policy.