Mengawal Konstitusionalisme

Mengawal Konstitusionalisme

Judul : Mengawal Konstitusionalisme

Karya : Hamdan Zoelva

Penerbitan : Jakarta: Konstitusi Press, 2016

Kolasi : x + 340 hlm.; 15 X 21 cm.

ISBN : 978-602-7995-14-7

Buku ini berawal dari kumpulan makalah yang pernah disampaikan Hamdan Zoelva—sebagai penulis—selama menjadi hakim di Mahkamah Konstitusi 2010—2015. Diawali dengan pendahuluan dan berisi sembilan bagian, Hamdan melihat konstitusi sebagai konstitusi yang hidup dan membandingkan konstitusi sebagai bagian dari hukum tata negara yang berbeda dengan hukum pidana. Menurutnya, hukum pidana menekankan diri pada kepastian hukum yang berasaskan legalitas. Fokusnya ada pada penghormatan atas hak-hak serta kepentingan individu dalam hubungannya dengan negara. Adapun, hukum tata negara mengedepankan legitimasi, yaitu kepentingan publik dan perlindungan atas kepentingan negara sebagai hukum tertinggi, contohnya Presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959.

Hamdan berpendapat bahwa dalam memahami konstitusi yang hidup, perlu lihat dari dua sisi berbeda. Sisi pertama, konstitusi dilahirkan oleh para pendiri negara sebagai teks otoritatif berisi nilai dan cita ideal negara serta cara mencapainya. Apabila cita ideal menjadi hukum dan konstitusi yang tertinggi, cara mencapainya dapat berubah-ubah sesuai situasi dan kondisi penerapannya. Sisi kedua, konstitusi merupakan milik seluruh rakyat dan pemangku kepentingan. Konstitusi menghadapi kehidupan nyata dalam penyelenggaraan negara; para politisi dapat memiliki pemahaman yang berbeda terhadap suatu konstitusi walaupun berpangkal pada teks yang sama.

Terbagi menjadi 9 bagian, bagian pertama membahas tentang “Konstitusi dan konstitusionalisme”. Pembahasan tentang negara dan lahirnya konstitusi ada di sini, juga makna konstitusi sampai dengan pengawal konstitusi. Bagian kedua bertemakan “Konstitusionalisme di Indonesia” dengan mengupas konstitusi RIS dan UUDS 1950 sampai pelembagaan kultur konstitusionalisme. Berikutnya, bagian ketiga berjudul “Mahkamah Konstitusi sebagai Pengawal Konstitusionalisme”. Bagian ini membedah konsep dasar dan perkembangan Mahkamah Konstitusi, pembentukan Mahkamah Konstitusi di Indonesia, yang diakhiri dengan pelaksanaan putusan Mahkamah Konstitusi.

Bagian keempat, “Independensi Kekuasaan Mahkamah Konstitusi”, menjelaskan konsep kekuasaan kehakiman yang merdeka, Mahkamah Konstitusi sebagai pelaku kekuasaan kehakiman, dan independensi Mahkamah Konstitusi. Pada bagian kelima bertajuk “Pengujian Undang-Undang”, dijelaskan pengertian dan esensi pengujian Undang-Undang, pelembagaan pengujian Undang-Undang, serta pengujian peraturan perundang-undangan oleh Mahkamah Agung. Selanjutnya, “Demokrasi” menjadi topik pembahasan keenam. Bagian ini mengupas makna demokrasi, prinsip-prinsip dasar demokrasi, pemilu sebagai pilar penyangga demokrasi, dan pengawalan pelaksanaan pemilihan umum.

Bagian ketujuh mengurai tentang “Pemakzulan Presiden” dalam UUD 1945, alasan pemakzulan Presiden, kriteria hukum tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden, dan proses mekanisme pemakzulan Presiden. Tidak kalah menarik, pada bagian kedelapan, judulnya menggunakan istilah asing, “Constitutional Complaint dan Constitutional Question”. Bahasan ini mengupas tentang konteks konstitusionalisme, consitutional question, dan constitutional complaint di beberapa negara, serta gagasan perluasan wewenangan Mahkamah Konstitusi. Adapun, bagian penutup buku ini bertajuk “Implementasi Putusan Mahkamah Konstitusi”. Bagian ini menjelaskan doktrin konstitusionalisme, penafsir tunggal konstitusi, dan daya pikat putusan Mahkamah Konstitusi.

Dari rangkaian isi buku yang menarik ini, salah satu hal yang mengganjal, yaitu bagian halaman verso. Buku ini masih menggunakan UU Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta sebagai dasar mengingatkan orang agar tidak menjiplak buku ini. Padahal, saat ini, sudah berlaku UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

No comments yet

Kirim komentar

Plain text

  • Tidak ada tag HTML yang diperbolehkan.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
By submitting this form, you accept the Mollom privacy policy.