Sinopsis: The Arts and the Legal Academy: Beyond text in legal education

The Arts and the legal academy

Judul : The Arts and the Legal Academy: Beyond text in legal education

Editor : Zenon Bankowski Maksymilian Del Mar Paul Maharg

Terbit : Surrey: Ashgate Publishing Limited, 2013.

Kolasi : xiv, 233 hlm.; 23 cm. ISBN : 978-1-4094-2912-8

Bahasan : Buku ini merupakan karya dari forum “Emerging Legal Education” yang memfokuskan diri dalam melakukan analisis diskursus mengenai pendidikan hukum dan menciptakan terobosan inovasi dalam pembelajaran di bidang hukum. Para peserta forum mengikuti lokakarya dan menuliskan pengalaman mereka dalam proses pembelajaran pendidikan hukum. Tulisannya menjadi pengantar sumber-sumber pedagogi yang penting dan berguna. Bukan hanya berupa teks, buku ini juga memuat sumber-sumber visual dan karya seni. Para penulis tidak hanya akademisi di bidang hukum, juga melibatkan para ahli filsafat, pendidikan, teknologi informasi, arsitektur, pematung, ahli musik, dan ahli tari. Mereka menuliskan proses pembelajaran pendidikan hukum dari berbagai perspektif. Itu diharapkan dapat memperluas wawasan para staf pengajar di bidang hukum dalam memperhatikan cara lain manusia mendapatkan pengetahuan, memecahkan masalah, dan berkomunikasi.

Pembahasan dimulai dengan perspektif interdisiplin yang berkaitan dengan pendidikan hukum. Misalnya, bahasa tubuh. Ini menarik dan perlu dipelajari para mahasiswa hukum yang akan menjadi praktisi. “Physical literacy in legal education: understanding physical bodily experiences in the dance environment to inform thinking processes within legal education”, begitulah judulnya yang mengupas bagaimana tarian bisa memberikan pencerahan dalam memahami hukum. Bagian selanjutnya adalah mengupas Sekolah Hukum dan Seni yang terdiri dari enam topik. Bahasan pertama dalam bagian ini berjudul “playing games with law”. Topik berikutnya secara berurut, yaitu “from interpretive imagination to contingency in law: ar argument for moving beyond text”, “analysis and the arts”, “mapping the lawscape: spatial law and the body”, “the moving experience of legal education”, dan ditutup dengan “the battle of the precedents: reforming legal education in Mexico using computer-assisted visualization”. Kemudian, bagian ketiga membahas Pendidikan Hukum Profesional dan Seni yang dikupas dalam empat topik bahasan. Topik pertama mengupas keterlibatan seni dalam penanganan kasus hukum yang dikemas dalam judul “Is ‘beyond text’ now within reach? Making a case for infusing the arts into the law firm experience”. Topik berikutnya berjudul “were you with me? Creativity, dialogue and self-expression in legal process narratives”, dilanjutkan dengan “You are here: learning law, practice and professionalism in the academy”. Topik terakhir dalam buku ini berjudul “beyond the text: critique and creativity”. Bagi para akademisi di bidang pendidikan hukum, buku ini menarik untuk memancing diskusi dalam pengembangan kreativitas pengajaran dan kemampuan mahasiswa dalam memahami dan mengembangkan ilmu hukum.

Komentar

Kirim komentar

Plain text

  • Tidak ada tag HTML yang diperbolehkan.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
By submitting this form, you accept the Mollom privacy policy.